Posts

Showing posts with the label movies

Apa Kabar Teater Hari Ini?

Image
Jika ingin didefinisikan, teater barangkali adalah sebentuk praktek seni atau karya seni yang di dalamnya terdapat unsur-unsur seni lain yang saling berhubungan karena suatu keterikatan yang kompleks. Ini dikarenakan di dalamnya tidak saja tercakup satu macam bentuk kesenian di mana karena hal itu, barangkali, teater tidak bisa secara semena-mena disamakan dengan musik, sastra, tata rias, dan seni rupa; beberapa hal yang merupakan bagian-bagian yang tidak bisa lepas dari teater sebagai entitas totalitas.  Unsur sastra (yang selalu berbentuk ‘naskah drama’), misalnya—dan ini juga berlaku untuk unsur-unsur lainnya. Tidak bisa dikatakan bahwa unsur sastra ini adalah teater jika diletakkan sebagai dirinya yang berdiri sendiri. Naskah-naskah yang pernah ditulis Rendra, atau Putu Wijaya,  hanya akan disebut sebagai teater jika sudah berbentuk konkrit di atas panggung, dengan seperangkat properti, setting, make-up , aktor, dan bunyi-bunyi yang dapat di dengar di sela-sela adegan selama p

Drama Monolog 7 Rupa "Mejikuhibiniu" Karya Hamdy Salad

Image
"Kalian memang bisa menggunakan harta untuk melawan kekuasaan, untuk menghancurkan para raja, gubernur dan bupati, tapi mana ada di dunia ini orang kaya tanpa kuasa. Tanpa jendral dan pasukan. Mana ada, presiden kok melarat. Mana ada, tukang bubur kok jadi menteri". MEJIKUHIBINIU merupakan tujuh warna pelangi. tujuh rupa yang dapat ditafsirkan sebagai tujuh karakter manusia dalam bermimpi, berfikir dan bertindak. Tidak seperti naskah monolog pada umumnya, yang biasa memainkan dialog dua orang atau berkisah tentang masalalu yang telah dialami oleh aktornya. Dalam naskah ini sang aktor dituntut untuk melakukan eksplorasi untuk memainkan tujuh karakter, Satu tokoh dalam naskah ini sekaligus mewakili karakter utuh. Tujuh karakter tokoh yang bersifat paradoksal antara satu dengan yang lain.  Trocoh Teater mempersembahkan pertunjukan Monolog dengan 7 rupa dalam Naskah Mejikuhibinui Karya Hamdy Salad. Pementasan Monolog Mejikuhibiniu telah melakukan Tour 8 k

Review Tadarus Puisi HONK - Sosiologi Seni

Image
Pentas Produksi Tadarus Puisi Teater Eska ke-17 Sebelum berbicara tentang pertunjukan yang saya angkat kali ini, saya akan sedikit mengulas tentang apa itu Tadarus Puisi? Tadarus puisi merupakan istilah yang dicetuskan oleh teater Eska sendiri yang mana pelaksanaan kegiatan pentas ini hanya pada bulan Ramadhan semata. Biasanya dalam pentas ini yang diangkat dari puisi-puisi yang minimal sudah diterbitkan media namun  sedikit dilupakan oleh khalayak orang, lalu diangkat kembali dalam tadarus puisi tersebut, dan jelasnya puisi-puisi yang beraroma islami. Pada mulanya pentas ini setiap aktor hanya membaca puisi baik itu secara bergantian dan kadang bersaut-sautan diatas panggung. Namun dalam pentas HONK ada sedikit berubah dan saya rasa sangat menarik, yaitu puisi yang menjadi sebuah lakon pertunjukan layaknya sebuah drama bukan lagi sekedar dibaca. Dan Honk sendiri merupakan judul dari sebuah puisi (yang kemudian menjadi naskah pertunjukan) karya Abdul Qadir al-Jailani (orang Eska)

Tadarus Puisi "Penghujung Kau dan Aku"

Image
Ini malam yang gelap. Dan kakiku dingin. Dan tidak ada dirimu. Atau ada dirimu, di ufuk sana, berupa setitik lentera yang tidak bisa kusentuh. Aku ingin menyentuhmu seperti dulu kau menyentuhku. Aku ingin menyentuhmu seperti dulu kau menyentuhku. Tapi kau mustahil kusentuh. Kau seberkas cahaya sedang aku gelimang kesalahan yang merembes di malam-malam yang tak kau terangi. O, kenapa kita terpisah begini? Lain-lain :Qoute Marxis Romantisme Link         : GSA (Gerakan Sosialis Asmara)

Pertunjukan Teater Tanpa Sutradara Dalam Lakon Solilokui Manusia 90’ C

Image
Menganalisis Pertunjukan Tanpa Sutradara Lakon “Solilokui Manusia 90’ C” ini menjadi menarik ditengah-tengah grup teater modern yang sibuk dengan mewacanakan bahwa sutradara adalah tuhan dari setiap pertunjukan, keunikan lain dari lakon ini yang mencoba menawarkan metode baru dalam proese kreatif keESKAan yaitu dimana setiap aktor mempunyai naskah sendiri. Lakon ini tidak berasal dari pikiran satu orang yang biasa disebut penulis atau pengarang naskah lakon teater, melainkan berasal dari masing-masing aktor yang terlibat di dalamnya.

NASKAH DRAMA TEATER Part 1

BADAI SEPANJANG MALAM Karya MAX ARIFIN Para Pelaku: 1.Jamil, seorang guru SD di Klaulan,Lombok Selatan,berumur 24 tahun 2.Saenah,istri Jamil berusia 23 tahun 3.Kepala Desa,suara pada flashback Setting : Ruangan depan sebuah rumah desa pada malam hari.Di dinding ada lampu minyak menyala.Ada sebuah meja tulis tua. Diatasnya ada beberapa buku besar.Kursi tamu dari rotan sudah agak tua.Dekat dinding ada balai balai .Sebuah radio transistor juga nampak di atas meja. Suara : Suara jangkerik.suara burung malam.gonggongan anjing di kejauhan.Suara Adzan subuh. Musik: Sayup sayup terdengar lagu Asmaradahana,lewat suara sendu seruling Note: Kedua suami istri memperlihatkan pola kehidupan kota.dengan kata lain,mereka berdua memang berasal dari kota.tampak pada cara dan bahan pakaian yang mereka kenakan pada malam hari itu.mereka juga memperlihatkan sebagai orang yang baik baik.hanya idelisme yang menyala nyala yang menyebabkan mereka berada di desa terpencil itu. 01.Begitu layar tersingkap, namp