Posts

Showing posts with the label bpjs kesehatan

Stadium Dan Morfologi Ektoparasit - Kelinci Wolfii dan Mulleri

Ektoparasit Klasifikasi arthropoda terdiri tujuh subfilum, tetapi beberapa diantara mereka tidak penting dipandang dari sudut parasitologi veteriner. Filum ARTHROPODA Subfilium   Trilobita Subfilum     Chelicerata Kelas: Merostomata, Arachnida , Pycnogonida Subfilum Crustacea Kelas: Ranchiopoda, Copepoda, Ostracoda, Cirripedia,   Malacostraca,   Brachyura Subfilum Urinamia Kelas: Onychopora, Diplopoda,   Chilopoda, Pauropoda, Symphila, Entomorpha,   Insecta.

Fungsi Dan Sintesis Hormon Pada Kelinci Wolfii Dan Mulleri

Image
Sebelum membahas topik Sintesis Hormon lebih jauh, hal yang juga penting diketahui mengenai klasifikasi hormon itu sendiri.   Klasifikasi Hormon Hormon merupakan senyawa kimia yang disintesis dari kelenjar endokrin untuk memacu kerja fisiologis dan biokimia dari suatu organ. Hormon dapat diklasifikasikan berdasarkan struktur kimianya,   fungsinya, atau kelarutannya. Berdasarkan struktur kimianya, hormon dapat dibedakan menjadi: Derivat asam amino Peptida/protein Steroid. Berdasarkan fungsinya, hormon dapat dibedakan menjadi: Pertumbuhan dan diferensiasi Regulasi metabolisme Proses digesti Homeostasis

Organogenesis Sistem Reproduksi Pada Kelinci Wolfii dan Mulleri

Image
Sistem reproduksi berasal dari genital ridge yang terdiri atas sel-sel germinal primitif, epitel germinal serta jaringan rete dari mesonefros. Pada awalnya, gonad bersifat indiferen (bipotensial), sehingga belum bisa dibedakan antara ovarium dan testis. Genital ridge tersusun dari: Gamet, yaitu sel induk benih dari endoderm sakus vitelinus dengan gerak amuboid menuju genital ridge Sel interstitial yang berasal dari mesenkim mesoderm Epitel mesoderm, yaitu epitel selapis genital ridge yang berbentuk sek cord Genital ridge terbagi menjadi: Korteks, pada jantan mengalami degenerasi sedangkan pada betina korteks berkembang dan mengandung sel germinal betina (oogonium) membentuk ovarium. Medula, pada jantan membentuk tubuli seminiferi yang terisi sel germinal jantan (spermatogonia) dan jartingan interstitiel testis, sedangkan pada betina tidak berkembang . Penggantung, penggatung testis disebut mesorchium, sedangkan penggantung ovarium disebut mesovarium

Catatan Penting Pembuatan Obat Cair

Hal-hal Penting Dalam Pembuatan Obat Cair Kelarutan Menurut Syamsuni (2012), zat yang mudah larut memerlukan sedikit pelarut, sedangkan zat yang sukar larut memrlukan banyak pelarut. Kelarutan zat anorganik yang digunakan dalam farmasi umumnya adalah: Dapat larut dalam air Semua garam klorida larut kecuali AgCl, PbCl2, Hg2Cl2 Semua garam nitrat larut, kecuali nitrat basa seperti bismut subnitrat. Semua garam sulfat larut kecuali BaSO4, PbSO4, CaSO4 (sedikit larut). Tidak larut dalam air Semua garam karbonat tidak larut dalam air, kecuali K2CO3, Na2CO3, (NH4)CO3 Semua oksida dan hidroksida tidak larut dalam air, kecuali KOH, NaOH, BaO dan Ba(OH)2. Semua garam fosfat tidak larut dalam air, kecuali K3PO4, Na3PO4, (NH4)3PO4. (Syamsuni, 2012).

Penjelasan Mekanisme Kerja Obat

Mekanisme Kerja Obat Kasus Nomor 1 Mekanisme Kerja Aminophyline   Aminophyline adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai gangguan pernapasan, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis, bronchitis dan emfisema. Aminophylline bekerja dengan cara membuka saluran pernapasan di paru-paru, sehingga udara dapat mengalir ke dalam paru tanpa hambatan. Kondisi ini akan membuat pernapasan menjadi lega dan membantu meringankan gejala batuk dan sesak napas (Soemantri, 2007). Mekanisme Kerja Efedrin HCL   Efedrin HCL merupakan derivate adrenalin yang memiliki efek sentral lebih kuat dengan efek bronchodilatasi lebih ringan dan bertahan lebih lama (4 jam). Resorpsinya baik dan dalam waktu setengah sampai satu jam sudah terjadi bronchodilatasi. Di dalam hati sebagian zat dirombak, ekskresinya terutama lewat urin secara utuh (Tjay dan Rahardja, 2013). Mekanisme Kerja Phenobarbital   Phenobarbital adalah obat untuk mengendalikan dan mengurangi kejang. Phenobarbital b

Untung Ruginya Pelet Dan Pil

Image
PENGERTIAN PELET Pelet atau implant adalah sediaan dengan massa padat steril berukuran kecil berisi obat dengan kemurnian tinggi (dengan atau tanpa eksipien), dibuat dengan cara pengempaan atau percetakan. Implant atau pellet dimaksudkan untuk ditanam di dalam tubuh (biasanya secara subkutan) dengan tujuan untuk memperoleh pelepasan obat secara berkesinambungan dalam jangka waktu lama (Elmitra, 2017). Keuntungan Pelet Sediaan obat pelet bersifat steril dan memberikan efek sistemik yang lama karena dicangkokkan dibawah kulit, misalnya obat-obat hormone kelamin (Elmitra, 2017) Kerugian Pelet Sediaan bentuk obat pelet memiliki resorpsi yang lambat. Satu pellet dapat melepaskan zat aktifnya secara perlahan selama 3-5 bulan (Elmitra, 2017).