Posts

Showing posts with the label reproduksi jantan

11 Sistem Tubuh Utama Berkontribusi Penting Dalam Homeostasis

Image
Lingkungan internal tubuh yg harus dipertahankan homeostasisnya adalah: Konsentrasi molekul nutrisi Konsentrasi O2 & CO2 Konsentrasi zat sisa pH Konsentrasi cairan, garam & elektrolit Suhu Volume & tekanan Terdapat sebelas sistem tubuh utama yang berkontribusi terpenting untuk homeostasis Sistem sirkulasi adalah sistem transportasi yang membawa berbagai zat. Sistem pencernaan, menguraikan makanan menjadi molekul-molekul kecil zat gizi yang dapat diserap kedalam plasma untuk didistribusikan keseluruh tubuh. Sistem respirasi, mengambil O2 dari dan mengeluarkan CO2 ke lingkungan eksternal. Sistem kemih, mengeluarkan kelebihan garam, air, dan elektrolit lain dari plasma melalui urin, bersama zat-zat sisa selain CO2. Sistem rangka, memberi penunjang dan proteksi bagi jaringan lunak dan organ-organ. Sistem ini juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan kalsium(Ca++). Sistem otot, menggerakan tulang-tulang yang melekat kepadanya. Sistem ini memungkinkan individu m

Contoh Ransum Sapi Jantan Dan Strategi Pemberian Pakan

Image
 MENYUSUN RANSUM  SAPI JANTAN Berikut ini adalah contoh ransum sapi jantan dengan bobot badan 300 kg dengan target kenaikan bobot badan sebesar 1,00 kg perhari. Adapun bahan pakan penyusun ransum adalah : jerami padi, dedak halus kampung, gaplek dan bungkil kelapa. Pemberian BK adalah 3 % berdasar bobot badan dengan imbangan hijauan dan konsentrat adalah 20 % berbanding 80.%.   Penggunaan bungkil kelapa dibatasi maksimal 20 % dari konsentrat. Langkah 1 : sapi jantan dengan BB 300 kg dengan PBBH 1,00 kg/hari membutuhkan zat – zat makanan tertera pada tabel 1. Langkah 2 : Menentukan jumlah konsumsi bahan kering jerami padi, konsentrat  dan bungkil kelapa yang akan diberikan pada  ternak : Jumlah bahan kering (BK) yang dibutuhkan = 3 % x 300 kg = 9 kg Jumlah jerami padi yang akan diberikan = 20 % x 9 kg = 1,8 kg Jumlah konsentrat yang akan diberikan = 80 % x 9 kg = 7,2 kg Jumlah bungkil kelapa = 20 % x 7,2 kg = 1,44 kg Langkah 3 :Mengetahui kandungan zat nutrient jeram

Cara Mengetahui Kualitas Air Mani Dan Mekanisme Kerja Hormon

Image
Pemereriksaan kualitas semen dan hormon-hormon reproduksi jantan dan mekanisme kerja hormon pada bermacam-macam hewan serta formulasi pakan yang baik untuk memenuhi hidup pokok dan mendukung reproduksi sapi jantan Metode Pemeriksaan Kualitas Semen Uji kualitas spermatozoa ada dua tahap : Uji Makroskopis Warna Semen yang normal mempunyai warna putih susu sampai kekuningan. Bila warnanya coklat atau kemerahan berarti semen tersebut telah bercampur dengan darah atau nanah karena adanya luka pada saluran kelamin. Bau Semen mempunyai bau yang khas. Volume Volume semen pada satu kali ejakulasi dan dapat dilihat dari tabung penampungan yang berskala. Konsistensi Kekentalan semen yaitu konsistensi ini berkorelasi dengan konsentrasi spermatozoa. Peniliannya bisa encer, agak kental, kental. pH pH dapat dilihat dengan menggunakan kertas lakmus. Semen yang normal mempunyai pH 6,2–7,8. Uji Mikroskopis Motilitas Massa Pergerakan dari kumpulan spermatozoa, caranya sem