Posts

Showing posts from October, 2018

Al-Kindi Perintis Pemikiran Radikal dalam Tradisi Filsafat Islam

“Kita bebas mencari kebenaran dari sumber manapun, meskipun ia berasal dari bangsa-bangsa yang jauh dan berbeda dengan kita sekalipun. Sebab tak ada yang lebih berharga bagi para pencari kebenaran kecuali kebenaran itu sendiri.” (Al-Kindi) A.  Sketsa Biografis Al-Kindi Lengkapnya bernama Abu Yusuf Ya’qub ibn Ishaq al-Sabbah, ibnu al-Ash’ats bin Qois Al-Kindi. Filosof yang mengaku keturunan kabilah Kindah ini terlahir di kota Kufah pada tahun 185 H/801 M. Kindah adalah salah satu suku Arab yang memiliki populasi besar di zaman pra-Islam. Kakeknya, Ash’ats bin Qois, memeluk Islam dan dianggap sebagai salah seorang sahabat Nabi SAW yang taat. Al-Ash’ats bersama beberapa para perintis Muslim pergi ke Kufah untuk berdakwah. Di kota inilah, ia dan keturunannya bermukim dan menghabiskan usia. Al-Kindi berasal dari keluarga ningrat. Ayahnya bernama Ishaq al-Sabbah. Ia adalah seorang gubernur Irak pada masa daulah Abbasiyah. Tepatnya pada masa pemerintahan al-Mahdi dan Harun ar-Rasyid.

Makna Warna Secara Filosofis

Image
Setiap warna mampu memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai kondisi sosial pengamatnya. Misalnya warna putih akan memberi kesan suci dan dingin di daerah Barat karena berasosiasi dengan salju. Sementara di kebanyakan negara Timur warna putih memberi kesan kematian dan sangat menakutkan karena berasosiasi dengan kain kafan. 1. Merah Power, energi, kehangatan, cinta, nafsu, agresi, bahaya. Warna Merah kadang berubah arti jika dikombinasikan dengan warna lain. Merah dikombinakan dengan Hijau, maka akan menjadi simbol Natal. Merah jika dikombinasikan denga Putih, akan mempunyai arti 'bahagia' di budaya Oriental. 2. Jingga 3. Kuning Optimis, Harapan, Filosofi, Ketidak jujuran, Pengecut (untuk budaya Barat), pengkhianatan. Kuning adalah warna keramat dalam agama Hindu. 4. Hijau Alami, Sehat, Keberuntungan, Pembaharuan. Warna Hijau tidak terlalu 'sukses' untuk ukuran Global. Di Cina dan Perancis, kemasan dengan warna Hijau tidak begitu mendapat sambutan. Te

PROBLEMATIKA POLA TARBIYAH MODERN

Tujuan pendidikan modern adalah tercapainya tujuan materi yang berkembang menjadi rasa cinta terhadap pekerjaan dan produksi dengan mengesampingkan nilai-nilai dan norma-norma kemasyarakatan (Najib Khalid Al-amir: Tarbiyah Rasulullah). Dewasa ini pendidikan sudah benar-benar jauh dari hakikat tarbiyah (red: pendidikan) seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Pola-pola yang diterapkan dalam mengajarkan sesuatu terhadap kaum akademisi telah menyimpang dari tujuan yang sebenarnya. Sehingga tujuan tersebut akan melahirkan produk-produk pendidikan yang materialis. Mereka dibentuk dengan mindset yang cenderung mengedepankan kepentingan materi sebagai tujuan akhir dan utama serta tidak lagi mengindahkan tata nilai dan norma-norma yang ada, baik dalam komunitas sosial maupun agama. Sehingga tak dapat dipungkiri lagi pada dewasa ini, sering terjadi fenomena-fenomena penindasan, penipulasia dan terkikisnya nilai-nilai moral, disebabkan pola tarbiyah modern yang sangat tidak sesuai dengan

How To Make Sliding Switch With 1000watt Capacity Lighting Switch

Image
Disini video kami akan memberi gambaran sedikit tentang membuat dimer lampu dengan kapasitas 1.000 watt/channel. Bagi kalian yang sudah kuliah di elektro pasti sangat paham dunia komponen dan semacamnya. Nah bagi kalian yang suka berteater atau punya komunitas teater yang ini punya dimer buatan lokal bisa lihat video ini pun jika ada kurang paham kami bisa di tanyakan di komentar baik di youtube maupun blog ini.

MATERI METODOLOGI PENELITIAN

Image
Dalam penelitian sosial, masalah penelitian, tema, topik, dan judul penelitian berbeda secara kualitatif maupun kuantitatif. Baik substansial maupun materil kedua penelitian itu berbeda berdasarkan filosofis dan metodologis. Masalah kuantitatif lebih umum memiliki wilayah yang luas, tingkat variasi yang kompleks namun berlokasi dipermukaan. Akan tetapi masalah-masalah kualitatif berwilayah pada ruang yang sempit dengan tingkat variasi yang rendah namun memiliki kedalaman bahasan yang tak terbatas.